Solopos.com, SUKOHARJO —¬†Makanan sajian khas Sukoharjo, gempol pleret hingga kini masih terus lestari, meski tak banyak penjual yang bisa ditemukan di Kabupaten Jamu. Gempol pleret adalah minuman yang disajikan seperti dawet. Minuman itu terdiri atas gempol dan pleret yang terbuat dari tepung beras.

Gempol memiliki rasa gurih dengan bentuk bulat-bulat putih. Sementara pleret terasa sedikit lebih manis karena campuran gula jawa dan bentuknya panjang pipih berwarna coklat. Kedua adonan dari tepung beras ini memiliki rasa cenderung hambar sehingga biasanya disajikan dengan kuah santan yang gurih. Namun, seiring berjalannya waktu penjual memodifikasi rasa hingga tampilan gempol pleret itu.

Promosi Semarak Bulan Pelanggan Candi Elektronik

Baca Juga: Desa Karangwuni Polokarto, Pusatnya Bakul Gempol Pleret Sukoharjo

Salah seorang penjual gempol pleret di Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo, Darman, 53 mengatakan telah berjualan es gempol itu hampir 30 tahun lamanya. Dia menyebut mendapatkan resep dari ibunya dan meneruskan usahanya hingga kini.

Sejak 1993 Darman telah berkeliling menjajakan gempol pleret dari kampung ke kampung di jalanan persawahan sekitar rumahnya. Hingga kurang lebih sepuluh tahun dia memilih membuka lapak gempol pleretnya di Tegalmade, Mojolaban itu.

Dalam sehari, dia mampu menghabiskan 10 kilogra-12 kilogram tepung beras untuk pembuatan esnya itu. Omzet yang didapatnya mencapai Rp500.000-Rp800.000 per hari tergantung berapa banyak gempol pleret yang dibawanya.

Baca Juga: Gultik, Kuliner Sukoharjo Melegenda di Jakarta

Darman mengatakan akan mewariskan usahanya itu jika anak dan cucunya mau. Meskipun saat ini anaknya telah diajarkan proses pembuatan dan diajak berjualan di lapaknya itu. Pasalnya di kampung asalnya, Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo pembuatan gempol pleret juga telah turun temurun sejak dahulu.

Kepala Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo, mengatakan saat ini, ada sekira 9 warga Karangwuni yang menjadi produsen gempol pleret dan sekira 15 orang menjual es gempol pleret. Banyaknya warga yang menjadi produsen gempol pleret itu, membuat minuman tersebut menjadi ciri khas dari desa Karangwuni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di WhatsApp Komunitas dengan klik Solopos News Update dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
youth writing contest
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Solopos Stories
Berita Lainnya