Videos
Senin, 21 Maret 2022 - 12:19 WIB

Rumah Terdampak Proyek Jalan Tol Solo-Jogja Mulai Dibongkar

Ponco Suseno  /  Andhika W Purnama  /  Burhan Aris Nugraha  | SOLOPOS.com

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah warga Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, membongkar rumah mereka yang terdampak jalan tol Solo-Jogja. Aktivitas ini sudah berlangsung sejak dua pekan lalu setelah mereka mendapat uang ganti rugi.

Pemerintah memberikan waktu dua bulan bagi warga untuk membongkar sendiri rumah mereka. Barang-barang yang dirasa masih bisa dimanfaatkan boleh diambil warga.

Advertisement

Salah seorang warga Gatak, Nanik Susanti, mengaku lahannya yang seluas sekitar 1.000 meter persegi terdampak proyek tol Solo-Jogja. Di atas lahan itu terdapat rumahnya yang seluas 390 meter. Nanik kini harus membongkar rumah yang sudah berdiri puluhan tahun itu setelah memperoleh uang ganti rugi senilai Rp2,7 miliar.

Baca Juga: OKB Klaten! Tukang Macul di Senden Dapat UGR Tol Solo-Jogja Rp5,6 M

Kendati rumahnya sudah mulai proses bongkar, Nanik mengaku masih kesulitan mencari tempat tinggal baru. Ia ingin rumah barunya masih berada di Desa Gatak. Namun harga tanah di sini sudah naik signifikan.

Advertisement

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, ada 4.071 bidang lahan di Klaten yang terdampak jalan tol Solo-Jogja. Total luasnya 3.728.114 meter persegi. Lahan itu tersebar di 50 desa di 11 kecamatan yakni Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

Baca Juga: Terdampak Tol Jogja-Bawen, 75 Warga Magelang Dapat Lahan Gratis

Nantinya, ada tiga exit tol Solo-Jogja di Klaten. Yakni exit tol Kanganom di Kuncen, Kecamatan Ceper; exit tol kota di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen; dan exit tol Prambanan di Jogonalan. Akan ada juga dua rest area di Klaten, yakni di Manjungan, Ngawen dan Demakijo-Jagalan, Karangnongko.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif